Keuntungan Bereaksi Positif
Kejadian di luar sana memang banyak yang tak dapat kita kendalikan, misalnya angin dan hujan atau inflasi dan harga-harga yang melonjak. Namun kita selalu dapat bereaksi positif misalnya dengan mengembangkan payung kita, atau berhemat dengan memilih barang-barang yang prioritasnya tinggi untuk dibeli.
Sama juga misalnya ketika seseorang janjian dengan pacarnya untuk ketemuan di Mall, dan kebetulan besok adalah hari ultahnya. Sang pacar tak kunjung datang setelah waktu berlalu 1 jam. Katakanlah nama untuk perumpamaan adalah Joko. Joko tak tau apa yang sedang terjadi dan mengapa pacarnya terlambat. Joko bisa saja marah-marah, ngedumel dalam hati dan mengatakan pacarnya tak setia, tak pengertian, berprasangka bahwa pacarnya telat karena selingkuh dan sebagainya. Setelah pacarnya datang bisa saja Joko malah mengomel, marah-marah dan menyakiti pacarnya dengan kata-kata amarah tersebut. Joko bisa juga memilih reaksi yang lain misalnya dengan memikirkan pacarnya telat karena sedang membeli kado untuk ultahnya besok dan memberikan kejutan, kemudian berdoa agar tak terjadi apa-apa dengan sang pacar. Saat ketemu Joko akan sangat gembira dan mengatakan betapa ia mencintai pacarnya dan betapa Ia khawatir saat menunggu.
Sebenarnya, bagi Joko baik untuk bereaksi marah-marah dan membikin pertengkaran atau menjadi sabar dan berdoa kemudian menjadi semakin cinta, keduanya memerlukan waktu yang persis sama, kedua reaksi tersebut memerlukan energi yang sama pula, dan kedua reaksi tersebut sama-sama gratis. Namun dengan efek yang jauh berbeda. Kalau demikian mengapa tidak memilih reaksi yang positif saja. Kan lebih damai dan memberdayakan. Dunia ini semakin Indah..
Dalam dunia bisnis, terutama bisnis jaringan seperti Vnet misalnya, sering kita jumpai seseorang yang menjadi kurang sukses atau bahkan mati karena faktor external seperti uplinenya yang mungkin kurang responsif. Atau bisa juga karena beberapa masalah teknis waktu transaksi pulsa yang delay, salah dan sebagainya. Adalah benar, di tengah perjalanan kita mungkin akan sering menemukan hambatan-hambatan. Dan kita bisa memilih reaksi yang paling memberdayakan setiap saat. Untuk bereaksi positif atau negatif, akan sama hasilnya dengan reaksi Joko tadi. Itulah mengapa sering terjadi, ada jalur cepat dan ada jalur lambat dalam garis-garis jaringan. Ada mereka yang bereaksi negatif dan melepaskan impian awal untuk sukses, banyak juga yang beraksi cemerlang setiap waktu dan menikmati hasil-hasil.
Pada dasarnya, kita mempunyai kapasitas yang sama, untuk bereaksi terhadap setiap kejadian dengan cara yang paling memberdayakan. Reaksi apa yang akan kita pilih, itu sepenuhnya pilihan-pilihan pribadi yang tetap harus kita hargai.
All the best for everyone.
Salam hormat,
Mufli